Category Archives: Cerita Dudul

Gara-Gara Cotton Bud

Sudah lebih dari seminggu rasanya aku semakin dijauhi oleh dunia. Sendiri. Hatiku semakin merasa sepi. Tak ada yang mau coba mengerti tentang keadaan yang kurasakan. Semakin sendiri, begitu kata J-Rock. Tak bisa kupahami alur pembicaraan orang-orang di sekitarku. Bisa sih, tapi butuh konsentrasi yang cukup lama untuk mengerti. Bukan kendala bahasa sepertinya. Bukan pula perbedaan kapasitas intelektual yang terlalu jauh kurasa. Dan semakin kurenungi, aku semakin paham  bahwa… aku tuli. Ah, tidak tidak. Aku tidak tuli, hanya pendengaranku saja yang mulai berkurang.

Waktu itu, seperti biasa aku membersihkan (maaf) kotoran telinga yang dirasa sudah menumpuk. Dengan cotton bud tentunya. Bukan linggis, apalagi sekop. Telingaku masih cukup normal. Sekedar informasi, ternyata kotoran (maaf sekali lagi) telinga bukan kotoran biasa. Maksudnya, kita tidak perlu rerlalu rajin untuk membersihkannya karena itu hanyalah bagian dari sekresi kelenjar telinga. Sekresi? Apa itu? Entahlah, tiba-tiba saja kata itu melintas di kepala dalam hitungan sepersekian detik. Selain itu, penggunaan cotton bud bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran telinga (hal ini baru kuketahui belakangan). Namun itulah yang menjadi kendala buatku. Endapan kotoran mungkin sudah begitu dalam. Alhasil, aku semakin mirip dengan Bolot.

Read the rest of this entry