Hanya Ada Kepentingan Sejati, Benarkah?

Sidang parpurna DPR yang mengangkat masalah hak angket mafia pajak  membawa persoalan baru. Perbedaan pendapat mengenai urgensi hak angket pajak ini ternyata memicu perpecahan koalisi. Golkar-PKS versus Setgab yang mengarah pada isu perombakan kabinet. Bukanlah hal yang baru sebenarnya kasus seperti itu di dunia politik. Sedikit menyimpang, tokoh agama yang kemarin sempat bersatu untuk “menyerang” kebohongan SBY terhadap publik, kini mulai berselisih ketika disodori persoalan Ahmadiyah.

Membahas persoalan politik Indonesia memang tidak ada habisnya. Dan berbicara tentang politik, pasti ada kaitannya dengan kepentingan berbagai pihak. Saat kepentingan menjadi permasalahan, aku teringat akan corporate social responsibility (CSR) sebagai topik utamanya. Ruang lingkup CSR yang begitu luas mengakibatkan beberapa kepentingan ikut terlibat di dalamnya. Secara singkat, CSR hadir di saat isu tentang Good Corporate Governance (GCG) mulai booming. Salah satu prinsipnya adalah corporate responsibility (tanggung jawab perusahaan). Perusahaan yang bertujuan memaksimalkan laba terkadang –bahkan terbilang sering– mengabaikan kepentingan-kepentingan di luar usahanya.

Eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran mengakibatkan kehidupan di sekitarnya terancam punah. Upah buruh ditekan semaksimal mungkin untuk memperkecil biaya perusahaan. Ujung-ujungnya mengagungkan laba. Ironis, tapi inilah kenyataan. Businessman berkepentingan meraup untung sebanyak-banyaknya, manajemen berkepentingan “membahagiakan” pemilik modal. Karyawan mempunyai kepentingan atas pekerjaannya. Seorang ayah berkepentingan untuk menafkahi keluarganya. Masyarakat juga mempunyai kepentingan atas sebuah entitas bisnis. Kantor pajak sangat mungkin berkepentingan dengan bidang usaha. Bahkan pesaing pun juga mempunyai kepentingan. Semua punya kepentingan. Tak terkecuali yang menulis ini 😀

Setiap individu kupikir pasti mempunyai apa yang dinamakan kepentingan. Sehingga dalam bersosialisasi sering terjadi adanya benturan kepentingan. Baik itu kepentingan pribadi, kepentingan organisasi, maupun kepentingan pribadi yang diorganisasikan. Namun tak jarang juga kepentingan satu dengan yang lainnya berharmonisasi. Jadi, sebenarnya kita ini adalah kepentingan yang sedang berjalan menyusuri kehidupan (hehehe lebay).

Tak ada teman ataupun musuh sejati, yang ada hanyalah kepentingan sejati. Kalimat ini mungkin sudah sering didengar, khususnya di bidang politik. Teman bisa jadi musuh ketika masing-masing kepentingan tak lagi sinkron. Atau bisa jadi berteman hanya karena berkepentingan dengannya. Banyak kemungkinan. Dan sebaliknya, lawan bisa berubah 180 derajat menjadi kawan saat ada kepentingan yang match. Jangan-jangan memang benar adanya kepentingan sejati?! Kalau begitu, wajarlah kalau zaman sekarang lebih individualis. Egois. Ego yang membawa kepentingan masing-masing. Lebih mementingkan untung rugi.

Aku teringat pada superman, spiderman, atau batman, dan juga superhero lainnya. Terlepas dari aksi heroik mereka yang mengagumkan, ada sisi lain yang lebih menarik untuk diperhatikan. Kehidupan pribadi mereka yang tak “tenang”. Ketika harus berpisah dengan orang terkasih demi menyelamatkan ribuan orang. Ketika harus rela menunda makan malam karena dibutuhkan di waktu yang sama, di tempat yang berbeda. Ketika harus berbesar hati mendapat cacian setelah bertiup sanjungan untuknya. Ketika Munir harus berorasi di bawah teriknya matahari menuntut penegakan HAM. Ketika Marsinah berteriak menuntut haknya yang tak seberapa. Yang harus dibayar dengan darah. Bahkan nyawa. Lalu… di mana kepentingan yang katanya sejati itu?

Posted on March 14, 2011, in Sudut Pandang. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: